Kreatifitas
Kreativitas adalah kemampuan individu untuk mempergunakan imaginasi dan
berbagai kemungkinan yang diperoleh dari interaksi dengan ide atau
gagasan, orang lain dan lingkungan untuk membuat koneksi dan hasil yang
baru serta bermakna. Suatu saat seseorang dihadapkan pada sebuah
permainan atau masalah yang menuntut kreativitas berpikir dalam
menyelesaikan. Orang tersebut tidak mampu menyelsaikan karena hanya
berkutat pada satu jalan keluar kemudian ada seseorang yang dapat
membantunya melalui cara yang tidak terpikir olehnya. Ia mungkin
berkomentar ”Kenapa tidak terpikir sampai kesana ya ?”
Komentar seperti tadi dan mungkin disertai kekaguman juga pernah terlontar pada saat anda melihat sebuah hasil karya seseorang, tanggapan atau ide yang disampaikan seseorang pada suatu forum tertentu. Mengapa orang dapat berpikir atau dapat menghasilkan suatu karya yang tidak terpikir oleh kita? atau mengapa orang mampu menyelesaikan persoalan dengan lebih cepat dengan cara yang unik dan mencapai hasil yang baik?. Hal tersebut dapat terjadi karena seseorang memiliki keterampilan berpikir memecahkan masalah secara kreatif. Apakah seseorang dapat belajar mengembangkan keterampilan berpikir memecahkan masalah?. Ya, Setiap orang dapat belajar untuk mengembangkan berpikir kreatif dan mengintegrasikan kemampuan tersebut dengan keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi lain sehingga mampu menyelesaikan berbagai permasalahan. Belajar mengeksplorasi mimpi dan berbagai kemungkinan dengan mengembangkan kepekaan terhadap petualangan, kejutan, kenyamanan dan kesenangan sehingga memfasilitasi ide-ide baru dan pemecahan masalah secara inovatif sesuai kebutuhan. Ide-ide tersebut berbeda dan menunjukkan kualitas yang tinggi. Saat ini perubahan kehidupan berlangsung sangat cepat dan kompleks dengan berbagai permasalahan dan tantangan. Setiap orang dituntut untuk fleksibel, kritis dan terampil berpikir kreatif sehingga mampu menangani permasalahan dan menemukan solusi yang melibatkan lingkungan sosial maupun fisik. Jadi apa itu kreativitas ?, bagaimana mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, bagaimana memecahkan masalah secara kreatif dan bagaimana kita mampu memfasilitasi orang lain untuk berpikir kreatif dan bertindak kreatif ?
Kreativitas menurut Lumsdaine (1995: 14) adalah mempergunakan imaginasi dan berbagai kemungkinan yang diperoleh dari interaksi dengan ide atau gagasan, orang lain dan lingkungan untuk membuat koneksi dan hasil yang baru serta bermakna. Artinya mengembangkan pemikiran alternatif atau kemungkinan dengan berbagai cara sehingga mampu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang dalam interaksi individu dengan lingkungan sehingga diperoleh cara-cara baru untuk mencapai tujuan yang lebih bermakna. Pernahkah anda merasa pemikiran kosong atau merasa tidak berdaya karena tidak dapat berbuat apa-apa?. Kreativitas merupakan aktivitas dinamis dalam diri kita yang melibatkan proses mental pada alam sadar maupun di bawah sadar. Pada saat kita mengatakan dalam alam bawah sadar tidak mampu melakukan maka secara sadar kita menjadi tidak mampu melakukan. Sebaliknya pada saat kita menunjukkan kemampuan kita melakukan sesuatu secar sadar maka akan tumbuh keberhargaan diri pada alam bawah sadar dan tertampilkan kembali dalam sikap percaya diri. Kreativitas melibatkan keseluruhan otak. Seseorang akan bertindak kreatif manakala mempergunakan potensi otak dengan optimal. Mempergunakan kedua belahan otak, otak kiri dan otak kanan. Otak kiri yang mengatur kemampuan logika dan otak kanan yang mengatur humanistis.
Implikasinya setiap persoalan yang datang dilihat tidak hanya dari kacamata logika tetapi berbagai dimensi yang menyertainya. Contoh sederhana, jika ditanyakan pada Bapak ibu apa guna pensil?. Jawaban secara logika adalah alat untuk menulis atau menggambar sesuai dengan fungsi utama. Mari kita menggunakan otak kanan, dengan bentuk dan kondisinya pensil dapat dipergunakan untuk mengganjal jendela, konde rambut ataupun membolongi kertas.
Kreativitas mengekspresikan kualitas solusi penyelesaian masalah. Kunci kreativitas adalah kemampuan menilai permasalahan dari berbagai sudut pandang sehingga menjadi solusi yang lebih baik. Sudut pandang yang berbeda akan menstimulasi beragam ide dan mengembangkan struktur kognitif baru. Contoh seorang anak mungkin dipandang bodoh oleh guru manakala memperoleh nilai 2 pada saat ulangan Matematika. Pertanyaannya
mengapa?, akan merujuk pada berbagai kemungkinan kondisi anak. Apakah anak tidak mengalami gangguan fisik yang menghambat penerimaan materi belajar? Apakah anak tidak memiliki alat penunjang belajar?. Ada berapa anak yang memperoleh nilai 2?. Pada pelajaran lain berapa nilai yang dapat diperoleh?. Itu beberapa pertanyaan yang dapat kita ajukan jika kita melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Jawaban berbeda dari beragam pertanyaan akan memberikan gambaran masalah utama yang dihadapi anak
sehingga memfasilitasi kita untuk menetapkan solusi bantuan yang paling mungkin dilakukan.
Menurut Mamat Supriatna (2006), kreativitas adalah kemampuan cipta, karsa dan karya seseorang untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat ditemukan dengan menghubungkan atau menggabungkan sesuatu yang sudah ada. Kreativitas adalah bakat yang dimiliki oleh setiap orang yang dapat dikembangkan dengan pelatihan dan aplikasi yang tepat. Banyak studi telah dilakukan tentang perilaku kreatif dari para musisi, ilmuwan besar, arsitek, pujangga, dan pelukis. Hasilnya adalah bahwa proses kreativitasnya sama, baik kreativitas itu terpusat pada pemecahan masalah sehari-hari, atau penemuan ilmiah tingkat tinggi. Menurut Need Herrmann pada dasarnya jika kita melibatkan secara penuh pikiran yang dimiliki sehingga membangkitkan ide dan kenyataan tentang sesuatu yang diinginkan atau ingin dicapai kita memfasiliasi berkembangnya kreativitas. Kekuatan pikiran membayangkan berbagai kemungkinan dalam mencapai apa yang diinginkan dalam koridor norma norma yang dapat ditoleransi. Artinya orang kreatif tahu apa yang diinginkan dan dapat menetapkan tujuan berperilaku.
Lakukan berbagai cara yang beragam untuk melakukan suatu aktivitas, refleksi apakah memberi cara yang lebih efektif, efisien, dan produktif?. Perhatikan reaksi atau komentar orang lain terhadap penampilan/kinerja/unjuk kerja kita apakah menunjukkkan apresiasi yang positif dan kepuasan?. Hal tersebut merupakan indikator sederhana apakah kita kreatif atau tidak. Jika kita dan orang lain berusaha kreatif maka kita akan lebih kreatif. Mengembangkan perilaku kreatif dimulai dengan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.
Komentar seperti tadi dan mungkin disertai kekaguman juga pernah terlontar pada saat anda melihat sebuah hasil karya seseorang, tanggapan atau ide yang disampaikan seseorang pada suatu forum tertentu. Mengapa orang dapat berpikir atau dapat menghasilkan suatu karya yang tidak terpikir oleh kita? atau mengapa orang mampu menyelesaikan persoalan dengan lebih cepat dengan cara yang unik dan mencapai hasil yang baik?. Hal tersebut dapat terjadi karena seseorang memiliki keterampilan berpikir memecahkan masalah secara kreatif. Apakah seseorang dapat belajar mengembangkan keterampilan berpikir memecahkan masalah?. Ya, Setiap orang dapat belajar untuk mengembangkan berpikir kreatif dan mengintegrasikan kemampuan tersebut dengan keterampilan-keterampilan berpikir tingkat tinggi lain sehingga mampu menyelesaikan berbagai permasalahan. Belajar mengeksplorasi mimpi dan berbagai kemungkinan dengan mengembangkan kepekaan terhadap petualangan, kejutan, kenyamanan dan kesenangan sehingga memfasilitasi ide-ide baru dan pemecahan masalah secara inovatif sesuai kebutuhan. Ide-ide tersebut berbeda dan menunjukkan kualitas yang tinggi. Saat ini perubahan kehidupan berlangsung sangat cepat dan kompleks dengan berbagai permasalahan dan tantangan. Setiap orang dituntut untuk fleksibel, kritis dan terampil berpikir kreatif sehingga mampu menangani permasalahan dan menemukan solusi yang melibatkan lingkungan sosial maupun fisik. Jadi apa itu kreativitas ?, bagaimana mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, bagaimana memecahkan masalah secara kreatif dan bagaimana kita mampu memfasilitasi orang lain untuk berpikir kreatif dan bertindak kreatif ?
Kreativitas menurut Lumsdaine (1995: 14) adalah mempergunakan imaginasi dan berbagai kemungkinan yang diperoleh dari interaksi dengan ide atau gagasan, orang lain dan lingkungan untuk membuat koneksi dan hasil yang baru serta bermakna. Artinya mengembangkan pemikiran alternatif atau kemungkinan dengan berbagai cara sehingga mampu melihat sesuatu dari berbagai sudut pandang dalam interaksi individu dengan lingkungan sehingga diperoleh cara-cara baru untuk mencapai tujuan yang lebih bermakna. Pernahkah anda merasa pemikiran kosong atau merasa tidak berdaya karena tidak dapat berbuat apa-apa?. Kreativitas merupakan aktivitas dinamis dalam diri kita yang melibatkan proses mental pada alam sadar maupun di bawah sadar. Pada saat kita mengatakan dalam alam bawah sadar tidak mampu melakukan maka secara sadar kita menjadi tidak mampu melakukan. Sebaliknya pada saat kita menunjukkan kemampuan kita melakukan sesuatu secar sadar maka akan tumbuh keberhargaan diri pada alam bawah sadar dan tertampilkan kembali dalam sikap percaya diri. Kreativitas melibatkan keseluruhan otak. Seseorang akan bertindak kreatif manakala mempergunakan potensi otak dengan optimal. Mempergunakan kedua belahan otak, otak kiri dan otak kanan. Otak kiri yang mengatur kemampuan logika dan otak kanan yang mengatur humanistis.
Implikasinya setiap persoalan yang datang dilihat tidak hanya dari kacamata logika tetapi berbagai dimensi yang menyertainya. Contoh sederhana, jika ditanyakan pada Bapak ibu apa guna pensil?. Jawaban secara logika adalah alat untuk menulis atau menggambar sesuai dengan fungsi utama. Mari kita menggunakan otak kanan, dengan bentuk dan kondisinya pensil dapat dipergunakan untuk mengganjal jendela, konde rambut ataupun membolongi kertas.
Kreativitas mengekspresikan kualitas solusi penyelesaian masalah. Kunci kreativitas adalah kemampuan menilai permasalahan dari berbagai sudut pandang sehingga menjadi solusi yang lebih baik. Sudut pandang yang berbeda akan menstimulasi beragam ide dan mengembangkan struktur kognitif baru. Contoh seorang anak mungkin dipandang bodoh oleh guru manakala memperoleh nilai 2 pada saat ulangan Matematika. Pertanyaannya
mengapa?, akan merujuk pada berbagai kemungkinan kondisi anak. Apakah anak tidak mengalami gangguan fisik yang menghambat penerimaan materi belajar? Apakah anak tidak memiliki alat penunjang belajar?. Ada berapa anak yang memperoleh nilai 2?. Pada pelajaran lain berapa nilai yang dapat diperoleh?. Itu beberapa pertanyaan yang dapat kita ajukan jika kita melihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Jawaban berbeda dari beragam pertanyaan akan memberikan gambaran masalah utama yang dihadapi anak
sehingga memfasilitasi kita untuk menetapkan solusi bantuan yang paling mungkin dilakukan.
Menurut Mamat Supriatna (2006), kreativitas adalah kemampuan cipta, karsa dan karya seseorang untuk dapat menciptakan sesuatu yang baru. Sesuatu yang baru itu dapat ditemukan dengan menghubungkan atau menggabungkan sesuatu yang sudah ada. Kreativitas adalah bakat yang dimiliki oleh setiap orang yang dapat dikembangkan dengan pelatihan dan aplikasi yang tepat. Banyak studi telah dilakukan tentang perilaku kreatif dari para musisi, ilmuwan besar, arsitek, pujangga, dan pelukis. Hasilnya adalah bahwa proses kreativitasnya sama, baik kreativitas itu terpusat pada pemecahan masalah sehari-hari, atau penemuan ilmiah tingkat tinggi. Menurut Need Herrmann pada dasarnya jika kita melibatkan secara penuh pikiran yang dimiliki sehingga membangkitkan ide dan kenyataan tentang sesuatu yang diinginkan atau ingin dicapai kita memfasiliasi berkembangnya kreativitas. Kekuatan pikiran membayangkan berbagai kemungkinan dalam mencapai apa yang diinginkan dalam koridor norma norma yang dapat ditoleransi. Artinya orang kreatif tahu apa yang diinginkan dan dapat menetapkan tujuan berperilaku.
Lakukan berbagai cara yang beragam untuk melakukan suatu aktivitas, refleksi apakah memberi cara yang lebih efektif, efisien, dan produktif?. Perhatikan reaksi atau komentar orang lain terhadap penampilan/kinerja/unjuk kerja kita apakah menunjukkkan apresiasi yang positif dan kepuasan?. Hal tersebut merupakan indikator sederhana apakah kita kreatif atau tidak. Jika kita dan orang lain berusaha kreatif maka kita akan lebih kreatif. Mengembangkan perilaku kreatif dimulai dengan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif.
Pengembangan Aktivitas, Kreativitas dan Motivasi Siswa
Hal-hal yang perlu dilakukan agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajarnya, adalah:
- Dikembangkannya rasa percaya diri para siswa dan mengurangi rasa takut;
- Memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas terarah;
- Melibatkan siswa dalam menentukan tujuan belajar dan evaluasinya;
- Memberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter;
- Melibatkan mereka secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan.
Sementara itu, Widada (1994) mengemukakan
bahwa untuk meningkatkan aktivitas dan kreativitas siswa, guru dapat
menggunakan pendekatan sebagai berikut :
- Self esteem approach; guru memperhatikan pengembangan self esteem (kesadaran akan harga diri) siswa.
- Creative approach; guru mengembangkan problem solving, brain storming, inquiry, dan role playing.
- Value clarification and moral development approach; guru mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan holistik dan humanistik untuk mengembangkan segenap potensi siswa menuju tercapainya self actualization, dalam situasi ini pengembangan intelektual siswa akan mengiringi pengembangan seluruh aspek kepribadian siswa, termasuk dalam hal etik dan moral.
- Multiple talent approach; guru mengupayakan pengembangan seluruh potensi siswa untuk membangun self concept yang menunjang kesehatan mental.
- Inquiry approach; guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan proses mental dalam menemukan konsep atau prinsip ilmiah serta meningkatkan potensi intelektualnya.
- Pictorial riddle approach; guru mengembangkan metode untuk mengembangkan motivasi dan minat siswa dalam diskusi kelompok kecil guna membantu meningkatkan kemampuan berfikir kritis dan kreatif.
- Synetics approach; guru lebih memusatkan perhatian pada kompetensi siswa untuk mengembangkan berbagai bentuk metaphor untuk membuka inteligensinya dan mengembangkan kreativitasnya. Kegiatan pembelajaran dimulai dengan kegiatan yang tidak rasional, kemudian berkembang menuju penemuan dan pemecahan masalah secara rasional.
- Bahwa siswa akan belajar lebih giat apabila topik yang dipelajarinya menarik dan berguna bagi dirinya;
- Tujuan pembelajaran harus disusun dengan jelas dan diinformasikan kepada siswa sehingga mereka mengetahui tujuan belajar yang hendak dicapai. Siswa juga dilibatkan dalam penyusunan tersebut;
- Siswa harus selalu diberitahu tentang hasil belajarnya;
- Pemberian pujian dan hadiah lebih baik daripada hukuman, namun sewaktu-waktu hukuman juga diperlukan;
- Manfaatkan sikap-sikap, cita-cita dan rasa ingin tahu siswa;
- Usahakan untuk memperhatikan perbedaan individual siswa, seperti : perbedaan kemampuan, latar belakang dan sikap terhadap sekolah atau subyek tertentu;
UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Proses
pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai motivasi dalam
belajar. Oleh karena itu, guru perlu menumbuhkan motivasi belajar siswa.
Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, guru dituntut kreatif
membangkitkan motivasi belajar siswa. Berikut ini dikemukakan beberapa
petunjuk untuk meningkatkan motivasi belajar siswa.
a. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan
yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ia ingin dibawa.
Pemahaman siswa terhadap tujuan pembelajaran dapat menumbuhkan minat
siswa untuk belajar yang pada gilirannya dapat meningkatkan motivasi
belajar mereka. Semakin jelas tujuan yang ingin dicapai, maka akan
semakin kuat motivasi nbelajar siswa (Sanjaya, 2009:29). Oleh sebab itu,
sebelum proses pembelajaran dimulai hendaknya guru menjelaskan
terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai.
b. Membangkitkan minat siswa
Siswa
akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki minat untuk
belajar. Oleh karena itu, mengembangkan minat belajar siswa merupakan
salah satu teknik dalam mengembangkan motivasi belajar (Sanjaya,
2009:29). Salah satu cara yang logis untuk momotivasi siswa dalam
pembelajaran adalah mengaitkan pengalaman belajar dengan minat siswa
(Djiwandono, 2006:365). Pengaitan pembelajaran dengan minat siswa
adalah sangat penting, dan karena itu tunjukkanlah bahwa pengetahuan
yang dipelajari itu sangat bermanfaat bagi mereka. Demikian pula tujuan
pembelajaran yang penting adalah membangkitkan hasrat ingin tahu siswa
mengenai pelajaran yang akan datang, dan karena itu pembelajaran akan
mampu meningkatkan motivasi instrinsik siswa untuk mempelajari materi
pembelajaran yang disajikan oleh guru (Anni, dkk., 2006:186).
c. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar
Siswa
hanya mungkin dapat belajar baik manakala ada dalam suasana yang
menyenangkan, merasa aman, bebas dari takut. Usahakan agar kelas
selamanya dalam suasana hidup dan segar, terbebas dari rasa tegang.
Untuk itu guru sekali-kali dapat melakukan hal-hal yang lucu.
d. Mengguanakan variasi metode penyajian yang menarik
Guru
harus mampu menyajikan informasi dengan menarik, dan asing bagi
siswa-siswa. Sesuatu informasi yang disampaikan dengan teknik yang
baru, dengan kemasan yang bagus didukung oleh alat-alat berupa sarana
atau media yang belum pernah dikenal oleh siswa sebelumnya sehingga
menarik perhatian bagi mereka untuk belajar (Yamin, 2009:174). Dengan
pembelajaran yang menarik, maka akan membangitkan rasa uingin tahu
siswa di dalam kegiatan pembelajaran yang selanjutnya siswa akan
termotivasi dalam pembelajaran.
Motivasi
instrinsik untuk belajar sesuatu dapat ditingkatkan melalui penggunaan
materi pembelajaran yang menharik, dan juga penggunaan variasi metode
pembelajaran. Misalnya, untuk membAngkitkan minat belajar siswa dapat
dilakukan dengan cara pemutaran film, mengundang pembicara tamu,
demonstrasi, komputer, simulasi, permaianan peran, belajar melalui
radio, karya wiasata, dan lainnya (Anni, dkk., 2006:186-187 : Hamalik,
2009:168).
e. Berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa
Motivasi
akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Dalam pembelajaran, pujian
dapat dimanfaatkan sebagai alat motivasi. Karena anak didik juga
manusia, maka dia juga senang dipuji. Karena pujian menimbulkan rasa
puas dan senang (Sanjaya, 2009:30 ; Hamalik, 2009:167). Namun begitu,
pujian harus sesuai dengan hasil kerja siswa. Jangan memuji secara
berlebihan karena akan terkesan dibuat-buat. Pujian yang baik adalah
pujian yang keluar dari hati seoarang guru secara wajar dengan maksud
untuk memberikan penghargaan kepada siswa atas jerih payahnya dalam
belajar (Djamarah dan Zain, 2006:152).
f. Berikan penilaian
Banyak
siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai bagus. Untuk itu
mereka belajar dengan giat. Bagi sebagian siswa nilai dapat menjadi
motivasi yang kuat untuk belajar. Oleh karena itu, penilaian harus
dilakukan dengan segera agar siswa secepat mungkin mengetahui hasil
kerjanya. Penilaian harus dilakukan secara objektif sesuai dengan
kemampuan siswa masing-masing (Sanjaya, 2009:31).
Penilaian
secara terus menerus akan mendorong siswa belajar, oleh karena setiap
anak memilki kecenderungan untuk memmperoleh hasil yang baik. Disamping
itu, para siswa selalu mendapat tantangan dan masalah yang harus
dihadapi dan dipecahkan, sehingga mendorongnya belajar lebih teliti dan
seksama (Hamalik, 2009:168).
g. Berilah komentar terhadap hasil pekerjaan siswa
Siswa
butuh penghargaan. Penghargaan bisa dilakukan dengan mmemberikan
komentar yang positif. Setelah siswa selesai mengerjakan suatu tugas,
sebaiknya berikan komentar secepatnya, misalnya dengan memberikan
tulisan “ bagus” atau “teruskan pekerjaanmu” dan lain sebagainya.
Komentar yang positif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa
(Sanjaya, 2009:21).
Penghargaan
sangat efektif untuk memotivasi siswa dalam mengerjakan tugas-tugas,
baik tugas-tugas yang harus dikerjakan segera, maupun tugas-tugas yang
berlangsung terus menerus (Prayitno, 1989:17). Sebaliknya pemberian
celaan kurang menumbuhkan motivasi dalam belajar. Bahkan menimbulkan
efek psikologis yang lebih jelek.
h. Ciptakan persaingan dan kerjasama
Persaingan
yang sehat dapat menumbuhkan pengaruh yang baik untuk keberhasilan
proses pemebelajaran siswa. Melalui persaingan siswa dimungkinkan
berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil yang terbaik
(Sanjaya, 2009:31). Oleh sebab itu, guru harus mendesain pembelajaran
yang memungkinkan siswa untuk bersaing baik antar kelompok maupun antar
individu.
Namun
demikian, persaingan tidak selamanya menguntungkan, terutama untuk
siswa yeng memang dirasakan tidak mampu untuk bersaing, oleh sebab itu
pendekatan cooperative learning dapat dipertimbangkan untuk
menciptakan persaingan antar kelompok. Selain persaingan antar siswa
lebih banyak pengaruh buruknya daripada baiknya terhadap perkembangan
kepribadian siswa. Persaingan antara diri sendiri dapat dialakukan
dengan cara memeri kesempatan kepada siswa untuk mengenal
kemajuan-kemajuan yang telah diucapai sebelumnya dan apa yang dapat
dicapai pada pada waktu berikutnya (Prayitno, 1989:22-230). Misalnya
guru membuat dan memberi tahu grafik kemajuan belajar siswa.
Untuk
mengembangkan motivasi belajar, guru harus berusaha membentuk
kebiasaan siswanya agar secara berangsur-angsur dapat memusatkan
perhatian lebih lama dan bekerja keras (Isjoni, 2008:162). Oleh karena
itu, usaha dan perhatian guru yang besar lebih diperlukan untuk
membimbing siswa-siswa yang memiliki pencapaian rendah agar mereka
memiliki motivasi belajar yang baik.
Disamping
beberapa petunjuk cara membangkitkan motivasi belajar diatas,
adakalanya motivasi itu juga dapat dibangkitkan dengan cara-cara lain
yang sifatnya negatif seperti memberikan hukuman, teguran dan kecaman,
memberikan tugas yang sedikit berat dan menantang (Sanjaya, 2009:31).
Namun, teknik-teknik semacam itu hanya bisa digunakan dalam kasus
tertentu. Beberapa ahli mengatakan dengan mmemmbangkitkan motivasi
dengan cara-cara negatif lebih banyak merugikan siswa. Untuk itulah
seandainya masih bisa dengan cara-cara yang positif, sebaiknya
membangkitkakn motivasi dengan cara negatif dihindari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar